Ada yang belum tahu Kuningan – Jawa
Barat? Atau, ada yang sering mendengar, namun tidak tahu di mana
sebenarnya Kota Kuningan berada?
Sebagai gambaran singkatnya; Kuningan adalah salah-satu kota mungil yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Tempat
yang terkenal dengan sebutan “kota kuda” ini berdekatan dengan Cirebon
(sebelah utaranya), Brebes (sebelah timurnya), Majalengka (sebelah
baratnya) dan Ciamis – Cilacap (sebelah selatannya).
Kalau nama kota Bro-Sist sering disebut di media massa atau televisi, apa akan langsung tertarik?
Demikian juga yang daku rasakan. Semakin
hari, nama Kota Kuningan semakin ‘diakrabkan’ dengan pemirsa yang lebih
luas. Salah-satu contohnya ketika musim liburan kemarin. Dulu, rasanya
tak ada jurnalis yang masuk ke area wisata yang ada di Kabupaten
Kuningan.
Namun belakangan, ada beberapa stasiun
televisi nasional yang memberikan laporan langsung dari lokasi wisata di
Kuningan. Dari sekian banyak destinasi indah dan terkenal di Indonesia,
alhamdulillah, Kuningan ternyata dipilih untuk eksis di
televisi. Ya walaupun daku bukan pemilik objek wisatanya, tetap saja
merasa ikut senang.
Berikut ini hanya perkiraan alasanku,
kenapa orang-orang mulai tertarik dengan Kota Kuningan ini. Bro-Sist tak
wajib setuju. Tapi kalau ada yang hendak mengkritik atau mengoreksi,
silakan saja.
Apa saja sih? Jom!
#1. Karena Ega Noviantika
Namanya Ega Noviantika, sosok gadis
remaja yang terkenal lewat partisipasinya di sebuah kompetisi dangdut.
Dibalik namanya, terdapat sebuah kota yang dibawanya kala itu; Kuningan.
Sehingga orang sering menyebutnya sebagai “Ega Kuningan”.
Karena penampilan Ega begitu berkesan di
hati masyarakat, si mungil ini pun langsung bisa merangkul banyak
penggemar. Jangankan dari dalam kota, dari daerah lainnya saja begitu
banyak. Fans Ega bernaung di bawah nama LOVEga. Mereka begitu aktif,
terlebih lagi ketika idolanya mulai eksis di dunia entertainment.
#2. Karena Bahasanya
Entah sudah berapa banyak yang bertanya “arti bahasa gaul naon cing itu apa sih?”, “cenah itu maknanya apa?” atau “kapan sih kita menggunakan kata teh, atuh sama mah dalam bahasa Sunda?”.
Daku yakin orang Jawa Barat tak akan
mengajukan pertanyaan yang demikian, ‘kan? Karena itu, daku asumsikan
sih mereka adalah orang luar daerah Sunda yang tertarik dengan bahasa
tersebut. Mungkin karena kata-katanya mulai popular, atau memang
memiliki minat untuk tahu lebih lanjut.
#3. Karena Lokasi Wisatanya
Tak bisa dipungkiri, televisi menjadi
salah-satu media untuk membuat sesuatu jadi lebih popular dan familiar
di mata masyarakat. Seperti yang daku singgung di atas, beberapa stasiun
tivi sempat membahas lokasi wisata yang ada di Kuningan. Ada juga yang
menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat melaporkan berita liburan
secara live.
Misalnya di Objek Wisata Cibulan,
Linggarjati dan Objek Wisata Waduk Darma. Dengan begitu, masyarakat luas
jadi lebih tahu, “oh di perjanjian Linggajati yang bersejarah itu
terjadi di Kuningan – Jawa Barat” atau “oh… ikan dewa yang keramat itu
ada di Kuningan – Jawa Barat”.
#4. Karena Makanan Khasnya
Ketika daku dan kawan-kawan HIPKI mengikuti pameran hari kompetisi nasional, ada salah-satu tamu yang datang ke stand Kabupaten Kuningan. Beliau langsung bertanya pada kami, “tape ketannya ada?”.
Rupanya memang ada beberapa makanan khas
yang sudah ‘nempel’ di pikiran wisatawan, atau orang-orang yang sempat
singgah di Kota Kuda. Selain tape ketan, media televisi juga sering
menyorot sirup jeruk nipis peras dan kupat tahu. Atau begitu ke
Kuningan, jangan heran akan ada antrian panjang di lokasi penjualan Tahu
Kopeci aka Tahu Kuningan. Eh terus Ega “Naon Cing” juga sempat
menyinggung makanan bernama papais monyong.
#5. Karena Lokasi Keramatnya
Ada bulan-bulan tertentu (maulid, rajab atau sebelum puasa), di mana
lokasi-lokasi ziarah yang ada di Kuningan disesakki bus-bus peziarah.
Salah-satunya yaitu Balong Keramat Darmaloka.
#6. Karena Lokasi Mistisnya
Ada yang senang melihat Mister Tukul? Atau Petualangan Ki Joko Bodo? Tentu Bro-Sist masih ingat kalau program bernuansa misteri itu pernah memakai Kota Kuningan sebagai setting tempatnya. Keluarga dan teman-teman, apalagi yang langsung datang ke lokasi shooting, begitu heboh. Kecuali daku, yang tidak menontonnya. Tidak, walau ada yang menyogok dengan cakueh, lebih baik tidak. Huft!#7. Karena Gunung Ciremainya
Sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat, tentu saja Ciremai ini membetot perhatian banyak orang. Tak hanya di mata pendaki, orang awam pun begitu familiar dengan nama gunung ini. Untuk mencapainya, ada 3 jalur yang begitu popular; lewat Majalengka, lewat Palutungan dan lewat Linggarjati.#8. Karena Upacara Seren Taunnya
Upacara yang sangat terkenal ini
menjadikan PADI sebagai objek utama atau pusat perhatiannya. Perayaannya
memang dilakukan sebagai ‘syukuran’ atas kekayaan pertanian yang sudah
dianugerahkan. Acara tahunan yang diselenggarakan pada 22 Bulan Rayagung
ini masih dipertahankan di daerah Cigugur, Kuningan.
Daerah Sunda lain yang terkenal masih
suka mengadakan Seren Taun yaitu Kasepuhan Banten Kidul di Ciptagelar
(Cisolok), Desa Kanekes di Lebak (Banten), Sindang Barang di Pasir Eurih
– Taman Sari (Bogor) dan di Kampung Naga (Tasikmalaya).
~
Apa yang dibahas hanya 8 alasan utamanya saja.
Tentu masih banyak lagi alasan lain kenapa orang menaruh minat ke Kota
Kuningan. Mungkin karena cuacanya yang adem, warganya yang ramah-tamah,
pelajarnya yang rajin-rajin, mottonya yang ASRI (Aman Sehat Rindang
Indah), dsb. Hehe… ^_^
Tapi bagi Bro-Sist yang mengunjungi Kuningan, selamat datang dan semoga berkesan!
sumber : http://www.rosediana.net

























