Selasa, 28 Februari 2017

3RD ANNIVERSARY SADULUR KUNINGAN


Assalamu'alaikum wr wb... Salam hormat..
Dengan segala kerendahan hati, kami KELUARGA BESAR SADULUR KUNINGAN mengundang semua sedulur Club, Community, Independent, Paguyuban dan SF untuk dapat menghadiri acara Anniversary kami , Insya Allah akan di laksanakan pada..
Hari: minggu pagi
Tanggal : 5 maret 2017
Pukul : 10 :00 s/d selasai
Lokasi : SEKOLAH LUAR BIASA , Jln.Haji Lebar Meruya Selatan ( PATOKANNYA KAMPUS MERCU BUANA )
JAKARTA BARAT
ISI ACARA ;
-potong tumpeng
-baksos
-silaturahim all rider all bikers
-temu kange all bikers
SUPPORT BY :
- GE RIDER INDONESIA
- FORUM KUNINGAN BERSATU
- D'MAXCO INDONESIA
- -KTB JAKARTA
- CRS JAKARTA
- DBCJ JAKARTA
- VBRC JAKARTA
- KMC JAKARTA
- GMC JAKARTA
- IMRIJ JAKARTA
- JUTE'C JAKARTA
- COPOT JAKARTA
- SRTS JAKARTA
- HLC JAKARTA
- BBIC JAKARTA
- BINBA JAKARTA
- BRAC JAKARTA
- JIMS JAKARTA
- RAMC JAKARTA TIMUR
- WRC JAKARTA
- ECBI JAKARTA
- FWF JAKARTA
- CRC JAKARTA
- DOUBLE RIDER JAKARTA
- S2BIC JAKARTA
- KEB BOGOR
- RACS BOGOR
- KD2IC DEPOK
- TCB TANGERANG
- BLC BEKASI
- SPC BEKASI
- FMBC BEKASI
- BIB BEKASI
- MFB BEKASI
- SR GABUS BEKASI
- SR LADIES BOXER
- MTCB BEKASI
- B V B
- PLAT E
- GAPLE
- COMCI
- CLPC
-C.T.A.R
-J.V.C
KETUA UMUM :
- Bro enju dipamanggala
KETUA PELAKSANA :
- Bro dani putra lembayung
BC dengan ini kami buat, kurang dan lebihnya mohon maaf
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum wr wb.
INFORMASI PENGARAH
- Bro mumun.085280020002
- Bro hendra.089507806118
- Bro Sendy.087809932689
-Bro bayu.089615033349
NO TOA NO GEBER ... NO DRUGS NO ALKOHOL
Bantu share ya Lurrr !!!!

Rabu, 30 November 2016

Kebun Raya Kuningan Akhirnya Resmi Dibuka


KUNINGAN- 
Kebun Raya Kuningan resmi diluncurkan, Rabu (25/11). Peluncuran tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnaen bersama Bupati Kuningan, Hj. Utje Ch Suganda, yang kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon serta peninjauan seluruh area Kebun Raya Kuningan.

Ini merupakan kebun raya ketiga yang sudah diluncurkan di Indonesia. Menariknya, Kebun Raya Kuningan juga dinilai sebagai kebun raya terunik di Indonesia karena memiliki tematik bebatuan. Sementara dalam prasasti Ketua LIPI tertulis “Kebun Raya Kuningan Bagian dari Benteng Penyelamatan Keanekaragaman Hayati”, sedangkan dalam prasasti Bupati Kuningan tertulis “Kebun Raya Kuningan sebagai Perwujudan Kabupaten Konservasi”.
Ketua LIPI, Iskandar Zulkarnaen mengatakan, proses pembangunan yang pesat menjadi ancaman berat terhadap specimen tumbuhan hayati, maka dari itu pihaknya mendorong pembangunan kebun raya di daerah untuk menyelamatkan spesimen endemik diwilayah tersebut sekaligus memberikan pendidikan, penelitian dan rekreasi yang bisa membangkitkan perekonomian masyarakat.
“Kebun raya merupakan solusi terhadap persoalan konservasi dan persoalan pemberdayaan masyarakat kedepannya,” kata Iskandar disela peluncuran Kebun Raya Kuningan, Rabu (25/11).
Disebutkan Iskandar, Kebun Raya Kuningan merupakan kebun raya ketiga yang diluncurkan setelah Kebun Raya Daerah di Sulawesi Selatan dan Kebun Raya Daerah di Balikpapan Kalimatan. “Kebun Raya Kuningan ini paling unik dari kebun raya lainnya karena memiliki tematik bebatuan, dan ini tidak ada di kebun raya lainnya di Indonesia,” terang Iskandar.
Sementara Bupati Kuningan, Hj. Utje Ch Suganda berharap dengan diluncurkannya Kebun Raya Kuningan ini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan.
“Bukan hanya dampak lokal, terhadap situasi regional pun paling tidak akan membantu pencapai 45% kawasan lindung di Jawa Barat. Sedangkan terhadap dampak nasional keberadaan koleksi pepohonan di dalamnya akan berfungsi sebagai lumbung oksigen dan penyerapan karbondioksida dalam rangka penurunan gas emsisi rumah kaca,” kata Utje.
Dengan diluncurkannya Kebun Raya Kuningan sebagai satu–satunya kebun raya daerah di Provinsi Jawa Barat, kata Utje, maka keberadaannya kelak menjadi ikon bagi masyarakat Jawa Barat menyusul pendahulunya yaitu Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kuningan, Bunbun Budhiyasa menambahkan, Kebun Raya Kuningan berada di atas lahan sekitar 154 hektare, tercatat hingga 2014 telah teregister sekitar 23.000 spesimen tanaman.
Pembangunan infrastrukur yang sedang dan telah berjalan diantaranya pembangunan dua situ, jalan masuk, persemaian, bangunan kantor, rumah jaga, kemudian dari Kementerian Dalam Negeri juga aktif memperkuat aspek botanical seperti pembangunan beberapa taman tematik, penatanaan infrastruktur jalan trek, jalan pedestrian dan beberapa gasebo.
“Peluncuran kebun raya ini merupakan pintu masuk bagi pengembangan Kebun Raya Kuningan kedepan, karena mewujudkan Kebun Raya Kuningan yang representatif membutuhkan waktu sangat lama bahkan lintas generasi,” kata Bunbun
sumber :Fajarnews.com

Kamis, 24 November 2016

OPEN ORDER KAOS ANIV #3TAUNKBSK


Bismillahirahmanirrahim...
OPEN ORDER UNTUK UMUM Loh...
Hanya 1thn sekali #KBSK ngeluarin Kaosnya..
Hayuu hayuu hayuu di order akang teteh nyai aki uwa sadayana.. 
Kapan lagi atuh ..
MANGGA KAOS ANIV #3TAUNKBSK
Tiasa kontak ka kang Wahyu sareng kang Itok Suritok kangge pemesanana,
Hargana sareng CP na tiasa di cek di gambar di bawah..
Mangga
Kang Wahyu
Kang Itok Suritok

ROAD TO MILANGKALA KBSK YANG KE 3


Ga terasa udah mau 3 tahun aja, walaupun masih 4 bulanan lagi tapi begitu cepat nya waktu berlalu padahal baru kemaren kita ngerayain milangkala yang kedua tepat nya di rumah korwil ya itu di ibu @siendo sagita dan lanjut wisata ke gunung keliang
begitu indah kebersamaan ini dan ga akan bisa di gantikan dengan apapun, tapi dengan seiringnya waktu berjalan, kita di tinggal kan sama sosok ibu atau kaka  yaitu teh @Risna
semoga amal ibadah beliau diterima oleh ALLAH SWT. yaudah kita ga usah berlalut dalam kesedihan dan semoga KBSK semakin kompak kedapan nya makin dewasa dan jangan ada perpecahan di antara kita, 

dan sebentar lagi kita akan atau kurang dari 4 bulan kita akan merayakan milangkala SK yang ke 3 yang insya allah akan di adakan di? (masih tahap musyawarah tempat nya)
semoga apa yang akan di rencanakan sama SK bisa berjalan dengan lancar seperti luragung jaya kalau lewat cipali :) amin. dan ga lupa saya menawarkan kaos milangkala SK,

Jumat, 28 Oktober 2016

Kenapa Orang Mulai Terpikat dengan Kuningan – Jawa Barat

Ada yang belum tahu Kuningan – Jawa Barat? Atau, ada yang sering mendengar, namun tidak tahu di mana sebenarnya Kota Kuningan berada?
Sebagai gambaran singkatnya; Kuningan adalah salah-satu kota mungil yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Tempat yang terkenal dengan sebutan “kota kuda” ini berdekatan dengan Cirebon (sebelah utaranya), Brebes (sebelah timurnya), Majalengka (sebelah baratnya) dan Ciamis – Cilacap (sebelah selatannya).
Kalau nama kota Bro-Sist sering disebut di media massa atau televisi, apa akan langsung tertarik?
Demikian juga yang daku rasakan. Semakin hari, nama Kota Kuningan semakin ‘diakrabkan’ dengan pemirsa yang lebih luas. Salah-satu contohnya ketika musim liburan kemarin. Dulu, rasanya tak ada jurnalis yang masuk ke area wisata yang ada di Kabupaten Kuningan.
Namun belakangan, ada beberapa stasiun televisi nasional yang memberikan laporan langsung dari lokasi wisata di Kuningan. Dari sekian banyak destinasi indah dan terkenal di Indonesia, alhamdulillah, Kuningan ternyata dipilih untuk eksis di televisi. Ya walaupun daku bukan pemilik objek wisatanya, tetap saja merasa ikut senang.
Berikut ini hanya perkiraan alasanku, kenapa orang-orang mulai tertarik dengan Kota Kuningan ini. Bro-Sist tak wajib setuju. Tapi kalau ada yang hendak mengkritik atau mengoreksi, silakan saja.
Apa saja sih? Jom!

#1. Karena Ega Noviantika

Namanya Ega Noviantika, sosok gadis remaja yang terkenal lewat partisipasinya di sebuah kompetisi dangdut. Dibalik namanya, terdapat sebuah kota yang dibawanya kala itu; Kuningan. Sehingga orang sering menyebutnya sebagai “Ega Kuningan”.
Karena penampilan Ega begitu berkesan di hati masyarakat, si mungil ini pun langsung bisa merangkul banyak penggemar. Jangankan dari dalam kota, dari daerah lainnya saja begitu banyak. Fans Ega bernaung di bawah nama LOVEga. Mereka begitu aktif, terlebih lagi ketika idolanya mulai eksis di dunia entertainment.

#2. Karena Bahasanya

Entah sudah berapa banyak yang bertanya “arti bahasa gaul naon cing itu apa sih?”, “cenah itu maknanya apa?” atau “kapan sih kita menggunakan kata teh, atuh sama mah dalam bahasa Sunda?”.
Daku yakin orang Jawa Barat tak akan mengajukan pertanyaan yang demikian, ‘kan? Karena itu, daku asumsikan sih mereka adalah orang luar daerah Sunda yang tertarik dengan bahasa tersebut. Mungkin karena kata-katanya mulai popular, atau memang memiliki minat untuk tahu lebih lanjut.

#3. Karena Lokasi Wisatanya

Tak bisa dipungkiri, televisi menjadi salah-satu media untuk membuat sesuatu jadi lebih popular dan familiar di mata masyarakat. Seperti yang daku singgung di atas, beberapa stasiun tivi sempat membahas lokasi wisata yang ada di Kuningan. Ada juga yang menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat melaporkan berita liburan secara live.

Misalnya di Objek Wisata Cibulan, Linggarjati dan Objek Wisata Waduk Darma. Dengan begitu, masyarakat luas jadi lebih tahu, “oh di perjanjian Linggajati yang bersejarah itu terjadi di Kuningan – Jawa Barat” atau “oh… ikan dewa yang keramat itu ada di Kuningan – Jawa Barat”.

#4. Karena Makanan Khasnya

Ketika daku dan kawan-kawan HIPKI mengikuti pameran hari kompetisi nasional, ada salah-satu tamu yang datang ke stand Kabupaten Kuningan. Beliau langsung bertanya pada kami, “tape ketannya ada?”.
Rupanya memang ada beberapa makanan khas yang sudah ‘nempel’ di pikiran wisatawan, atau orang-orang yang sempat singgah di Kota Kuda. Selain tape ketan, media televisi juga sering menyorot sirup jeruk nipis peras dan kupat tahu. Atau begitu ke Kuningan, jangan heran akan ada antrian panjang di lokasi penjualan Tahu Kopeci aka Tahu Kuningan. Eh terus Ega “Naon Cing” juga sempat menyinggung makanan bernama papais monyong. 

#5. Karena Lokasi Keramatnya


 Ada bulan-bulan tertentu (maulid, rajab atau sebelum puasa), di mana lokasi-lokasi ziarah yang ada di Kuningan disesakki bus-bus peziarah. Salah-satunya yaitu Balong Keramat Darmaloka.

#6. Karena Lokasi Mistisnya

Ada yang senang melihat Mister Tukul? Atau Petualangan Ki Joko Bodo? Tentu Bro-Sist masih ingat kalau program bernuansa misteri itu pernah memakai Kota Kuningan sebagai setting tempatnya. Keluarga dan teman-teman, apalagi yang langsung datang ke lokasi shooting, begitu heboh. Kecuali daku, yang tidak menontonnya. Tidak, walau ada yang menyogok dengan cakueh, lebih baik tidak. Huft!

#7. Karena Gunung Ciremainya

Sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat, tentu saja Ciremai ini membetot perhatian banyak orang. Tak hanya di mata pendaki, orang awam pun begitu familiar dengan nama gunung ini. Untuk mencapainya, ada 3 jalur yang begitu popular; lewat Majalengka, lewat Palutungan dan lewat Linggarjati.

#8. Karena Upacara Seren Taunnya

Upacara yang sangat terkenal ini menjadikan PADI sebagai objek utama atau pusat perhatiannya. Perayaannya memang dilakukan sebagai ‘syukuran’ atas kekayaan pertanian yang sudah dianugerahkan. Acara tahunan yang diselenggarakan pada 22 Bulan Rayagung ini masih dipertahankan di daerah Cigugur, Kuningan.
Daerah Sunda lain yang terkenal masih suka mengadakan Seren Taun yaitu Kasepuhan Banten Kidul di Ciptagelar (Cisolok), Desa Kanekes di Lebak (Banten), Sindang Barang di Pasir Eurih – Taman Sari (Bogor) dan di Kampung Naga (Tasikmalaya).
~
Apa yang dibahas hanya 8 alasan utamanya saja. Tentu masih banyak lagi alasan lain kenapa orang menaruh minat ke Kota Kuningan. Mungkin karena cuacanya yang adem, warganya yang ramah-tamah, pelajarnya yang rajin-rajin, mottonya yang ASRI (Aman Sehat Rindang Indah), dsb. Hehe… ^_^
Tapi bagi Bro-Sist yang mengunjungi Kuningan, selamat datang dan semoga berkesan! 
sumber : http://www.rosediana.net

 


 


 


 


 


 


 



Tour de Linggarjati

Diikuti 7 Negara, Tour de Linggarjati Dimulai Jumat Siang 

 Kuningan - Ajang balap sepeda Tour de Linggarjati 2016 yang diikuti tujuh negara akan dimulai Jumat siang, 28 Oktober 2016. Peserta akan menempuh jarak 345 kilometer melintasi 20 kecamatan dan 180 desa. Panitia menjamin trek yang dilalui sudah mulus dan menarik untuk dilintasi.
Ketua Panitia Tour de Linggarjati Dian Rahmat Januar menjelaskan jumlah peserta yang ikut 20 tim, terdiri atas 10 tim nasional dan 10 tim dari luar negeri (Australia, Switzerland, Thailand, Austria, Vietnam dan Philipina).

Adapun kelas yang dilombakan meliputi Individual Time Trial (ITT), Road Race/Circuit Race dan Criterium katagori elite, junior, dan youth (pemula). Kejuaran tersebut memperebutkan  hadiah dengan jumlah total Rp 500 juta.
“Tour de Linggarjati sudah diakui oleh Union Cycling Internationale (UCI) dan PB Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), menjadi salah satu ajang internasional,” kata Dian di Pendapa Kabupaten Kuningan, Kamis, 27 Oktober 2016.
Pada hari pertama peserta akan menempuh jarak 87,7 kilometer dari depan Pendapa Kuningan menuju Waduk Darma, melalui Kadugede, Ciherang dan Bayuning. Mereka akan balik melalui obyek wisata Cigugur, Balong Dalem, Simpang 3 Curug Sidomba dan Gedung Naskah Linggarjati, Caracas, Sampora dan kembali finish di depan Pendapa Kabupaten Kuningan.
Hari kedua, Sabtu, 29 Oktober 2016 menempuh jarak 121,30 kilometer. Start di depan Gedung Perundingan Linggarjati, melintas trek jalan 112 desa, 15 kecamatan, dengan rintangan naik turun, perbukitan, serta turunan ekstrim. Para peserta akan finish di obyek Wisata Waduk Darma. Rintangan di hari kedua ini cukup banyak dibandingkan rute di hari pertama.
Etape ketiga menempuh jarak 131, 72 kilometer, merupakan trek keliling Kota Kuningan. Terdiri dari 10 putaran. Rute ketiga tidak terlalu berat, meskipun ada beberapa tanjakan. Hal yang dikhawatirkan panitia penyelengara adalah jika hujan turun, dipastikan akan mengganggu para pembalap, penonton, fotografer dan pengamanan jalur.
Bupati Kuningan H. Acep Purnama mengatakan kesiapan daerahnya dijadikan ajang balap sepeda internasional. Selain mempromosikan pariwisata, kegiatan ini juga dapat memacu pembangunan infrastruktur daerah dan pembuka akses wilayah untuk pasar dan investasi. "Dari kegiatan ini, kita harapkan memberikan peluang untuk investasi dan memajukan wisata di Kuningan," kata Acep.
Untuk memeriahkan kegiatan tersebut Pemerintah Kabupaten Kuningan mengadakan bazar wisata kuliner, pameran kerajinan lokal dari berbagai daerah di Jawa Barat dan pentas seni budaya khas Kuningan.

sumber : TEMPO.CO

Rabu, 28 September 2016

Kenapa Harus Memilih Kuningan Sebagai Tempat Wisata

Kabupaten Kuningan merupakan salah satu Kabupaten yang termasuk dalam pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Dari letak Geografisnya Kabupaten Kuningan terletak dibagian Timur Jawa Barat yang jalur lintasannya menghubungkan Kuningan dengan Cirebon, Majalengka, Ciamis dan Brebes (Jawa Tengah).

Kita ketahui sendiri Kabupaten Kuningan terletak tepat dibawah kaki gunung Ciremai yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat. Suhu udara di Kabupaten Kuningan sendiri sangat segar dan jauh dari polusi, karena di Kuningan tidak ada pabrik pabrik besar yang membuat polusi udara.

Tentunya saat Kalian akan berlibur bersama Keluarga untuk berwisata pastinya Kalian akan memillih tempat yang nyaman, sejuk dan terutama banyaknya tempat wisata yang dapat diakses dengan mudah. Di Kuningan terdapat banyak tempat wisata alam yang mudah diakses meski menggunakan kendaraan roda empat dan lokasinya yang lumayan berdekatan, sehingga Kalian dapat memaksimalkan waktu berlibur bersama Keluarga.

Wisata Alam yang Kalian nikmati di Kuningan antara lain Palutungan, disana terdapat Curug Putri, Curug Mangkok. Selain Palutungan ada juga tempat Wisata Alam Telaga Biru dan lokasinya lumayan berdekatan dengan Taman Kuning yang sedang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Ternyata selain banyaknya tempat Wisata Alam, di Kuningan juga memiliki beberapa tempat bersejarah seperti halnya tempat Perundingan Naskah Linggarjati dan juga ada Musium Taman Purbakala Cipari.

Selain itu semua Kalian juga bisa menikmati Kuliner makanan Khas Kabupaten Kuningan contohnya Nasi Kasreng atau Tahu Lamping yang hampir mirip dengan Tahu Sumedang. Masih banyak lagi Kuliner yang ada di Kuningan selain yang disebutkan tadi. Bagi Kalian yang belum sempat menikmati Kuliner yang ada di Kuningan, kalian bisa mengunjungi pusat oleh-oleh Kuningan yang banyak tersebar sepanjang jalan.

Buat Kalian yang tidak mempunyai teman atau Saudara di Kuningan jangan khawatir karena di Kuningan juga terdapat banyak tempat penginapan maupun Hotel, jadi setidaknya Kalian bisa berlama-lama untuk singgah di Kabupaten Kuningan.

Sumber : www.wargikuningan.ga